Dalam rangkaian kegiatan SPMB Fair Khoiru Ummah Purwakarta Tahun Ajaran 2026/2027 yang mengusung tema “From Qur’an to Civilization: Khoiru Ummah Menerangi Dunia dengan Cahaya Al-Qur’an”, diselenggarakan acara Super Parenting bertajuk “Bahagia Belajar, Bahagia dalam Taat” bersama Ustadzah Vita Ratnapuri, S.Si.
Kegiatan ini bertujuan memberikan panduan dan motivasi kepada para orang tua agar dapat mendampingi anak-anaknya memasuki masa sekolah dasar dengan bahagia, beradab, dan tumbuh dalam ketaatan kepada Allah.
Fitrah Anak: Bahagia dan Membahagiakan
“Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl: 78)
Setiap anak lahir membawa fitrah suci — fitrah untuk bahagia dan membahagiakan. Tugas orang tua dan pendidik adalah menjaga fitrah tersebut agar tumbuh sesuai dengan tuntunan Allah.
Semua Anak Berhak Bahagia
“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan: 74)
Kebahagiaan sejati tidak ditentukan oleh kemewahan fasilitas, melainkan oleh kedekatan anak dengan Allah serta suasana keluarga yang penuh kasih sayang dan nilai-nilai iman.
Bahagia dalam Belajar
Belajar akan menjadi pengalaman yang membahagiakan ketika anak menemukan makna di dalamnya. Melalui pendekatan talaqqiyan fikriyyan, guru menghadirkan realitas kehidupan dalam proses belajar — baik berupa benda, fenomena, maupun peristiwa yang dapat diamati dan direnungkan.
Dengan metode ini, anak tidak hanya menghafal tetapi memahami. Akalnya terasah, hatinya tersentuh, dan ilmu menjadi hidup. Dari proses inilah tumbuh keberanian untuk mencoba, semangat berkreasi, dan kebahagiaan yang hakiki dalam belajar.
Bahagia dalam Taat
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Ketaatan bukanlah beban, melainkan sumber ketenangan. Melalui pembiasaan ibadah, keteladanan, dan kisah-kisah Qur’ani, anak akan tumbuh dengan jiwa yang lembut, bersyukur, dan beriman kuat.
Peran Sekolah dan Orang Tua
Sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang menenteramkan:
- Guru mengajar dengan cara yang memuaskan akal dan menenangkan jiwa.
- Guru berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan memotivasi.
- Anak merasa aman, bebas dari tekanan, dan terdorong untuk berkembang.
Sementara di rumah, orang tua berperan mendampingi dengan ketenangan dan kasih sayang. Ketenangan hati orang tua akan sangat memengaruhi ketenangan anak dalam belajar dan beribadah.
Al-Qur’an sebagai Sumber Kebahagiaan
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Al-Qur’an adalah sumber utama kebahagiaan sejati. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat pendidikan, keluarga akan tumbuh dalam cahaya petunjuk Allah dan terlindung dari kegelapan zaman.
Hadiah Terbaik untuk Anak
“Tidak ada pemberian yang lebih utama yang diberikan orang tua kepada anaknya daripada adab yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 1952)
Hadiah terbaik bagi anak bukanlah harta, tetapi pendidikan dan adab yang baik. Dengan adab, anak akan mampu menikmati setiap proses belajar dan menjadikan ketaatan sebagai sumber kebahagiaan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yayasan Khoiru Ummah – Sekolah Tahfidz Plus Purwakarta
